WELDING INSPECTION

NAMA     : M. RAFIF FATHI RIFQI

NIM         : 03051182328017

KELAS    : A INDRALAYA

WELDING INSPECTION





Apa itu Welding Inspection?
Welding Inspection atau Inspeksi Las adalah kegiatan inspeksi pada sambungan las, baik pada peralatan yang masih dalam tahap instalasi (pemasangan), konstruksi (pembuatan) maupun fabrikasi (perakitan), atau peralatan yang telah purna instalasi/konstruksi/fabrikasi namun belum pernah dioperasikan, maupun pada peralatan yang sedang atau telah dioperasikan. Inspeksi ini dimaksudkan untuk menentukan suatu tingkat mutu atau kondisi suatu sambungan las telah memenuhi persyaratan spesifikasi, desain dan standar yang diacu.

Pemeriksaan pengelasan (welding inspection) merupakan proses evaluasi dan verifikasi kualitas hasil pengelasan untuk memastikan bahwa pengelasan tersebut memenuhi standar teknis yang telah ditetapkan. Pemeriksaan ini melibatkan berbagai metode yang digunakan untuk mendeteksi cacat atau kerusakan pada sambungan las dan memastikan bahwa sambungan las aman dan dapat berfungsi sesuai dengan tujuan desainnya.

Tujuan utama dari pemeriksaan pengelasan adalah:

  • Memastikan kualitas sambungan las.

  • Mengidentifikasi cacat pada las yang mungkin tidak terlihat oleh mata telanjang.

  • Memastikan bahwa pengelasan memenuhi spesifikasi teknis dan standar keselamatan.

  • Mencegah kegagalan struktur akibat las yang tidak sempurna atau cacat.

  • Mengoptimalkan umur pakai struktur yang dilas.

Klasifikasi Pemeriksaan Pengelasan

Pemeriksaan pengelasan dapat dibagi menjadi dua kategori utama:

  • Pemeriksaan Visual (Visual Inspection / VT)

  • Pemeriksaan Non-Destruktif (Non-Destructive Testing / NDT)

a. Pemeriksaan Visual (Visual Inspection / VT)

Pemeriksaan visual adalah metode paling dasar dalam inspeksi pengelasan. Pemeriksa memeriksa sambungan las menggunakan alat bantu seperti kaca pembesar atau lampu sorot untuk melihat cacat eksternal seperti:

  • Ketebalan las yang tidak merata.

  • Retak atau pecah pada las.

  • Cacat bentuk (misalnya las yang tidak rapi).

  • Porositas (lubang kecil dalam las).

Meskipun sederhana, inspeksi visual sering kali memberikan informasi yang cukup untuk mengidentifikasi masalah pada sambungan las.

b. Pemeriksaan Non-Destruktif (Non-Destructive Testing / NDT)

Metode ini digunakan untuk mendeteksi cacat internal atau permukaan sambungan las tanpa merusak material. Beberapa metode NDT yang umum digunakan dalam pemeriksaan pengelasan adalah:

  • Radiografi (X-ray atau Gamma Ray)

  • Ultrasonic Testing (UT)

  • Magnetic Particle Testing (MT)

  • Liquid Penetrant Testing (PT)

Setiap metode memiliki kelebihan dan kegunaan tersendiri tergantung pada jenis material, bentuk sambungan las, dan jenis cacat yang dicari.

WELDING DEFFECT

1. Porositas

Porosity adalah salah satu jenis cacat pada las. Porosity merupakan sekelompok gelembung gas yang terjebak di dalam lasan. Porosity bisa terjadi karena proses pemadatan yang terlal cepat. Porosity berupa rongga-rongga kecil berbentuk bola yang mengelompok pada lokasi-lokasi lasan. Terkadang terjadi rongga besar berbentuk bola yang tunggal atau tidak mengelompok. Rongga besar tersebut adalah blow hole. Pencegahan yang dapat dilakukan supaya tidak terjadi porosity antara lain:
a. Jaga arc length selalu tepat.
b. Bersihkan benda kerja dan minyak, oli, cat, debu, lapisan, slag, embun, dan kotoran sebelum melakukan pengelasan.
c. Gunakan elektroda yang kering.

2. Incomplete Penetration / Lack of Penetration


Cacat las jenis ini terjadi karena logam las gagal mencapai root (akar) menyambungkan permukaan root secara menyeluruh. Hal disebabkan karena kesalahan dalam memilih ukuran elektrode, arus listrik yang terlalu kecil, dan rancangan sambungan yang kurang memadai. Kurang penetrasi sering dialami pada pengelasan posisi vertikal dan overhead. Pada gambar. berikut nampak logam las tidak menutupi bagian bawah (akar) dari sambungan dan gag sambungan.
a. Pencegahan yang dapat dilakukan:
b. Pembuatan groove harus tepat di mana mampu menyediakan akses pada bagian bawah sambungan.
Tingkatkan arus listrik, bila perlu gunakan elektrode yang lebih besar.
c. Kontrol kondisi busur las, kurangi kecepatan pengelasan

3. Undercut

Undercut merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan sebuah alur (groove) benda kerja yang mencair dan terletak pada te lasan di mana alur benda kerja yang mencair tersebut tidak terisi ol cairan las. Undercut menyebabkan slag terjebak di dalam alur yan tidak terisi oleh cairan las. Undercut bisa berpotensi menimbulkan crack Cara untuk mengatasi under cut:
a. Menyetel arus yang tepat.
b. Mengurangi kecepatan mengelas.
c. Mempertahankan panjang busur nyala yang tepat.
d. Menggunakan ukuran elektrode yang benar.
e. Menyetel posisi elektrode, sehingga gaya busur nyala akan menahan cairan pengelasan.
f. Mengupayakan ayunan elektrode dengan teratur.
g. Menggerinda undercut tersebut lalu


4. Crack

Crack/Retak adalah salah satu dari beberapa jenis cacat las yang paling berbahaya. Retak merupakan putusnya benda kerja akib tegangan. Retakan sering terjadi pada lasan maupun bagian benda kerja yang dekat dengan lasan. Retakan yang sering terjadi berupa retakan yang sangat sempit, walaupun tidak menutup kemungkinan terjadi retakan yang luas. Cara Penanggulangannya:
a. Jika retak berada didalam jalur las, digouging, di kampuh ulang, distel dan dilas sesuai wps repair (disesuaikan dengan hasil inspeksi).
b. Jika retak keluar kampuh, maka seluruh material (base metal) diganti baru, weld repair disesuaikan dengan hasil inspeksi

Standar dan Kode dalam Pemeriksaan Pengelasan

Beberapa standar yang sering digunakan dalam pemeriksaan pengelasan adalah:

  • ASME (American Society of Mechanical Engineers): Standar yang mengatur pengelasan di industri manufaktur dan konstruksi.

  • AWS (American Welding Society): Organisasi yang mengembangkan standar untuk prosedur pengelasan.

  • ISO (International Organization for Standardization): Standar internasional untuk kualitas pengelasan.

  • SNI (Standar Nasional Indonesia): Standar yang berlaku di Indonesia, mengatur kualitas dan prosedur pengelasan di berbagai industri.

Kesimpulan

Pemeriksaan pengelasan adalah bagian penting dari proses pengelasan untuk memastikan bahwa sambungan las memiliki kekuatan, ketahanan, dan kualitas yang sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan. Dengan menggunakan metode pemeriksaan yang tepat, seperti inspeksi visual dan NDT, cacat-cacat yang dapat mempengaruhi keselamatan dan kinerja struktur dapat terdeteksi lebih awal dan diperbaiki sebelum menimbulkan masalah serius.

Pentingnya pemeriksaan pengelasan tidak hanya berlaku untuk industri manufaktur, tetapi juga untuk sektor konstruksi, perminyakan, dan lainnya yang bergantung pada sambungan las yang kuat dan aman.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TUGAS PROSES MANUFAKTUR II

Tugas TIK 49-50 tanggal 8 september 2020